Impian kami sederhana..
kami hanya ingin punya rumah yang `hangat`..
Disini saya hanya ingin bercerita tentang sekelumit dari sejuta perjalanan kami dalam mengisi istana kami.. Mungkin yang membaca bisa memberi penilaian, apakah impian kami terlalu berlebihan?
Apakah kami salah?
Berawal dari keinginan kami membuat kitchen set. Sebelumnya kami sudah sempat bertemu dengan pembuat kitchen set dengan bahan tick wood, seperti kitchen set kebanyakan.
Sampai akhirnya, kami menemukan foto kitchen set yang menarik perhatian kami.
Kitchen set dengan bahan kayu jati Belanda.
Kebetulan, memang kami (saya) sangat ingin membuat kitchen set dan furniture dengan kayu Jati belanda. Biar seperti rumah-rumah jepang, atau ikea :)
Akhirnya, setelah kami melihat2 foto2 di web mereka, kamipun menghubungi si pembuat kitchen set tersebut. Kebetulan, salah satu teman kami juga sudah pernah membuat kitchen set di mereka, dan hasilnya cukup memuaskan..
Kamipun bertemu di lokasi untuk melakukan pengukuran, bicara desain dan bicara tarif..
Setelah menentukan desain, mereka pun memberikan penawaran harga.
Kamipun menawar harga tersebut. Kami pikir itu hal yang wajar, untuk menawar suatu harga.
Namanya saja penawaran harga.. boleh dong di tawar :)
Dan kami pun sepakat dengan satu harga..
Saat itu, saya sempat bertanya, `Apakah ini kayu peti kemas?`,
mereka jawab, `bukan..`
Mereka bercerita kalau mereka membeli kayu ini dalam bentuk papan panjang.
Kemudian kami utarakan, kalau kami ingin finishingnya natural, yaitu yang masih memperlihatkan warna asli kayunya. Kamipun menunjuk referensi kitchen set di IKEA.
"Bisa ga mas bikin kaya gini?"
"Oo.. bisa.. itu namanya finishing natural.. bisa.. bisa..`
Lalu merekapun menunjukkan hasil kerja mereka di rumah lain yang menggunakan finishing natural.
Setelah itu, kamipun bertanya, berapa lama waktu pembuatannya.
Merekapun menjelaskan, kalau tehnik pengeringan kayu yang mereka pakai ini tanpa oven. Jadi mereka harus menjemurnya, dan mengandalkan matahari.
"Jadi kami butuh waktu agak lama, mungkin sekitar 3-4 minggu.."
Dan kamipun menyanggupi..
Di tengah pengerjaan, karena tidak ada kabar dari mereka, kamipun bertanya,
"sudah sampai dimana progress pengerjaannya".
Mereka pun menyampaikan kalau sedang dikerjakan..
Tak lama kemudian, mereka memberitahukan bahwa kitchen set sudah siap dipasang.
"bu, besok kami ke tempat ibu ya.. kami mau pasang kitchen set.."
"oke, pak.. jam berapa bapak ke rumah?"
"jam 10an.."
Kuhubungi Bapak yang menjaga rumah, memberitahukan kalau akan ada yang datang, ingin memasang kitchen set, besok jam 10 pagi..
Keesokan harinya, si bapak laporan, kalau mereka tidak datang jam 10..
tidak datang jam 12..
tidak datang jam 3..
Mereka datang setelah Maghrib, memasang kitchen set malam2, dan pulang..
Besoknya, kami datang untuk melihat hasil kerja mereka...
Mengecewakan..
Tidak seperti apa yang saya lihat di web mereka, tidak seperti apa yang saya bayangkan..

Banyak lubang kecil bekas paku di kayunya.. Sehingga banyak dempulan disana-sini untuk menyamarkan lubang-lubang tersebut. Ada juga dempulan-dempulan besar yang kami tidak tau itu utk menutupi apa..
Pada lubang itu juga muncul warna kebiruan yang sepertinya berasal dari sisa karat paku.
Bekas2 pensil juga masih ada, padahal itu sudah finishing akhir.
Beberapa paku juga dipasang dengan asal-asalan, sehingga menembus kayu. Tanganku sampai tergores..
Pemotongan alas kayu juga tidak rata, berkelok2..

Sekitar 2 minggu kemudian, di beberapa tempat mulai muncul keretakan..
Jadi rupanya, kayunya memuai..
Sepertinya proses pengeringan belum sempurna..
Dan masih banyak kekurangan lain seperti ukuran laci yang tidak sama panjang, pemasangan engsel yang mencong2, dll.
Akhirnya kamipun meminta waktu mereka untuk membicarakan mengenai hal ini. Sebagai konsumen, kami merasa tidak puas dengan hasil kerja mereka.
Saat itu kami sempat mengalami kesulitan untuk bertemu mereka. Dan mereka baru merespon saat kami menuliskan keluhan kami di facebook mereka. (yang kemudian mereka hapus)
Setelah menunggu sekitar 1 bulan sejak pemasangan, akhirnya kami bisa bertemu dengan pihak kitchen set untuk membicarakan ini.
Kami menyampaikan kekurangan-kekurangan tersebut, dan kami minta diperbaiki.
Kami buka web mereka, dan kami tunjukkan hasil kerja mereka yang mereka pajang di web mereka.
Permintaan kami tidak muluk kok, kami hanya ingin agar mereka memberikan kami hasil seperti yang mereka tampilkan di web mereka.
Kami tidak meminta penggantian. Kami hanya ingin dirapihkan. Diperbaiki.
Dan merekapun baru bilang:
1. Kayu jati belanda adalah kayu dengan kadar air yang tinggi. Jadi sekalipun di oven, tetap akan muncul kemungkinan retakan.
Buat kami, kalau memang retakan itu muncul setelah bertahun-tahun, kami maklum. Tapi ini muncul belum sampai 1 bulan sejak pemasangan. Sementara, teman kami yang juga memakai jasa mereka, tidak mengalami hal itu. Kitchen setnya bagus dan cenderung kuat. Kenapa di kami tidak? Apa yang membedakan? Apakah waktu penjemuran? Seingat kami, kami tidak pernah memburu-buru mereka untuk menyelesaikan. Kami hanya menanyakan progres. Wajar kan?
2. Kayu yang mereka pakai adalah kayu rekondisi, jadi merupakan kayu bekas. Oleh karena itu, sudah banyak bekas lubang paku disana sini.
Kami baru mendengar ini. Di awal, mereka tidak pernah sekalipun menyebutkan kalau akan menggunakan kayu rekondisi.
Kamipun menyampaikan, kalaupun rekondisi, mohon dipilihkan kayu2 yang lebih sedikit dempulan. Dan kalau memang harus di dempul, dempulah dengan rapih.
3. Karena pilihan finishing yang kami pilih adalah natural, maka itu tidak bisa menyamarkan dempulan dan lubang2 tersebut.
Cukup mengecewakan. karena saat kami meminta natural, mereka menyanggupi. Mereka tidak ada menyatakan bahwa mereka pakai kayu rekondisi yang tidak akan tertutupi dengan finishing natural. Kalau mereka sampaikan itu dari awal, mungkin saya tidak akan memilih jalan ini.
Dan kemudian alasan lain mereka, saat mengerjakan pesanan kami, mereka menggunakan Tukang yang berbeda dari tukang yang biasa mereka pakai.
Sungguh kami kurang beruntung, karena kami yang jadi percobaan.
Kami pikir, permintaan kami tidak aneh..
Kami hanya ingin hasil yang bagus, karena kami sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit.
Kami juga tidak meminta mereka untuk mengganti. Kami hanya ingin dirapihkan.
Perihal caranya, mereka selaku tukang yang lebih memahami.
Kami hanya ingin kualitas yang sama dengan apa yang mereka berikan ke teman saya..
Mungkin lebih kalau bisa..
Pada saat itu, kami hanya ingin mereka merapihkan itu semua..
Sampai kemudian pihak mereka berkata,
"Baiklah, bu. Saya akan coba perbaiki. Kalau tidak bisa, saya akan ganti. Yang jelas, saya akan rugi material, rugi upah tukang. Tapi kalau ternyata setelah selesai dipasang, akhirnya pecah lagi, bagaimana? Saya tidak mungkin mengganti lagi, bu.. rugi saya.."
Lho? Kenapa dia menanyakan itu ke kami? bukannya seharusnya kami yang bertanya seperti itu ke mereka? Bukannya seharusnya kami yang meminta garansi pekerjaan mereka?
Kenapa jadi kami juga yang disalahkan?
Lalu kami tegaskan, "jadi maksud anda, anda akan menggantinya, dengan catatan saya tidak boleh berkomentar apapun? sekalipun hasilnya saya tidak puas, sekalipun baru dipasang akan pecah, saya tetap tidak boleh protes apapun? saya harus membayar barang yang tiap melihatnya saya harus mengurut dada? Begitu?"
Kami jadi heran, apakah kami salah yah untuk meminta hasil yang bagus?
Apakah seharusnya kami diam dan terima saja dengan hasil yang mereka tampilkan?
Apakah salah kami juga kalau ternyata mereka menggunakan kayu rekondisi, dan mereka tidak bilang? Apakah salah kami juga kalau mereka kurang kering dalam menjemurnya? Apakah salah kami juga kalau mereka menggunakan tukang yang jelek?
Kenapa kami yang disalahkan? kenapa kami yang jadi dipusingkan dengan urusan bengkelnya?
Akhirnya kamipun mengajukan opsi.
Silahkan mereka perhitungkan, mana yang lebih menguntungkan untuk mereka.
1. Memperbaiki/menggantinya, atau
2. Kami batalkan pesanan kami. Mereka boleh menyimpan 30% dari uang yang sudah kami transfer, silahkan ambil dan bawa pulang kitchen set yang sudah mereka pasang. Toh mereka masih bisa menjual produk itu. Karena kami tidak mau merugikan orang juga..
Dan hari ini adalah kira-kira 3 minggu setelah pembicaraan itu.
Kamipun mengatur temu janji untuk membicarakan ini. Kami menanyakan, bagaimana keputusan mereka? Jalan manakah yang terbaik untuk mereka.
Merekapun memilih untuk membatalkan pesanan ini.
Tapi mereka mengatakan, kalau mereka minta waktu untuk menemukan pembeli. Dan sementara mereka belum menemukan pembeli, mereka ingin menitipkan kitchen set itu di rumah kami..
Ada yang aneh? ya.. dia akan MENITIPKAN kitchen set itu di rumah kami!!
Sampai kapan? BELUM DAPAT DITENTUKAN!! Sampai mereka dapat pembeli. Karena kalau mereka bawa ke workshop, takut rusak..
Luar biasa..
Pada akhirnya, mereka minta agar bisa dinaikkan menjadi 50% dr yang sudah kami transfer, barulah mereka akan angkut barang-barang tersebut.
Merekapun menyebutkan, kalau kami sudah men-fait accompli mereka.
Apakah benar kami sudah mem-fait accompli mereka?
Jadi, ingin mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak kami itu fait accompli?
Dari awal kami inginnya diperbaiki, kok..
hanya karena mereka membalikkan situasi menjadi seakan-akan itu tanggung jawab kami, maka kami mengajukan pilihan kedua. Pilihan itupun kami minta supaya mereka pertimbangkan. Mana yang lebih enak untuk mereka.
Apakah itu berarti fait accompli? Apa sih sebetulnya fait accompli itu?
Kami hanya ingin memasang kitchen set..
untuk istana kami..
agar bisa kami tempati..
Tempat aku memasak untuk suami dan anak-anakku..
Apakah tidak boleh kami meminta hasil yang bagus?
kenapa jadi seakan-akan kami yang jahat?
5 komentar:
Mbak Munya,saya jg mengalami hal yg sama. bahkan sy sdh melunasinya sebesar 31jt. sy jga memberikan mrk buku Ikea.skrg sdh saya buang semua kitchen tsb. krn saat sy komplen krn beda hasil di web mrk, bos yg buat kitchen set itu marah & mengatakan bahwa barang mrk mmg kualitas kaki lima! saya tdk minta rejeki ini! yg mencari saya itu situ! bukan saya keliling cari orderan! suatu saat saya pasti akan posting hasil kerja mrk krn sblum bongkar saya foto semua! sebelum terjadi transaksi semua digampangkan. salah apa kami yg mengharapkan sesuatu yg indah dan kami bayar ! moshimoshi khan
Mbak Munya, boleh saya tau nama toko kitchen set tersebut? Bisa kirim ke japri di : angieayu@gmail.com. Karena saya juga sedang memesan kitchen set jati belanda dari salah satu web. Saya jadi takut mbak, padahal saya sudah mentransfer DP.
Mma'af saya salah posting email saya. seharusnya email di : angieayu10@yahoo.com.
Mbak Munya, boleh saya tau nama toko kitchen set tersebut? Bisa kirim ke japri di : angieayu10@yahoo.com. Karena saya juga sedang memesan kitchen set jati belanda dari salah satu web. Saya jadi takut mbak, padahal saya sudah mentransfer DP.
Dear Mba Munya, mohon infonya mengenai toko kitchen set ini, karena aku juga lagi mau bikin kitchen set dari jati belanda dan jadi takut juga kalo ternyata hasil nyata jauh dari foto mereka di web :-(
mohon emailkan ke cleoves@yahoo.com
thanks
Vienna
Mbak Munya, bole saya tau nama kitchen set tersebut, karena saya mo pesan dengan kitchen set menggunakan website. Japri ya Mbak : quickerbonti@gmail.com
Posting Komentar