"Bu, beliin Aua anjing doong...", kata anakku di suatu sore..
"Kakak mau pelihara anjing?"
Dia mengangguk semangat..
"Aua mau anjing Pug.. namanya Basil"
"Pelihara anjing itu big responsibility loh.."
Dia mendengarkan..
"Kalau anjingnya hungry, siapa yang nyuapin?", godaku..
"hihihi.. ibu.. anjing kan bisa makan sendiri.. bone-nya digigit gini.. hauppp", katanya sambil mencontohkan gigit tulang dari lantai..
"Kalau anjingnya mau mandi, siapa yang mandiin?"
"Aua!"
"Kalau anjingnya mau jalan-jalan, siapa yang nemenin?"
"Aua!"
"Kalau anjingnya sakit, siapa yang bawa ke dokter?"
"Aua.. ibu yang anterin"
"Kalau anjingnya eek, siapa yang cebokin?", godaku..
dia tertawa..
"pakein pampers ajah!", jawabnya asal
"tapi kan harus tetap dicebokin.. siapa dong yang cebokin?"
"ummm.. mba isah?" sambil tunjuk susternya, yang buru2 menolak dengan tegas, "mba isah ga mau!"
"ummm... ibu?", sambil melirikku hati-hati..
"enak aja.. ga mau ibu.."
"umm... papa?", dengan tawa lebarnya, seakan-akan dia baru saja menemukan ide yang brilian..
Malamnya, aku tanya lagi,
"Kakak, kalau anjingnya eek, siapa yang cebokin?"
dan kali itu, dia menjawab,
"mamanya!! bukan ibu, tapi mamanya anjing yang cebokin!"
hahahaha... asaaaaaaaaaaaalllllll!!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar