Menulis blog malam ini tentang Papanya anak-anak, membuatku jadi teringat kejadian unik dan absurd waktu pertama kali Papanya anak-anak menyatakan perasaannya, dan mau memintaku jadi pacarnya..
Kejadiannya sekitar 9 tahun yang lalu...
Hari itu, aku mengundang papanya anak-anak *yang waktu itu masih temanku* ke acara aqiqah keponakanku, di rumah..
Waktu itu, dia datang barengan sama 2 temanku yang lain..
sebetulnya, aku yang mengundang teman yang lain, sebagai kamuflase.. hahahahahahah....
*maafkan aku, 2 temanku yang lain*
Singkat kata, selesai acara, kami berempat mendapat tugas mulia, yaitu mengantarkan nenekku pulang ke rumahnya..
Sepanjang jalan pulang, kami berempat asyik bercanda, ngobrol, dll..
Semua kita becandain.. sampe nenek juga kita godain.. hehe... cucu-cucu kurang ajar semua..
Setelah nenek pulang, 2 temankupun minta sekalian diantarkan pulang..
Dan diperjalanan mengantarkan 2 orang temanku itupun, kami terus bercanda..
Main tebak-tebakan.. Dan, oh iya, main truth or dare..
Akhirnya, 2 temanku itu selesai kuantarkan, dan tinggallah kami berdua dalam mobil, menuju rumah..
Pulang..
Sepanjang jalan pulang, keceriaan tadi berubah jadi keheningan..
Kami hanya berdua di mobil..
Dari tape mengalunkan lagu romantis..
Hari sudah malam..
Sepanjang jalan pulang, kami hanya terdiam..
Yang namanya jantung ini sudah deg-degan minta ampuun.. Khawatir aja, jangan-jangan bunyinya kedengeran sampe tempat dia duduk..
Dan saat itu, yang bisa kulakukan hanya menundukkan kepalaku.. Untung saja saat itu hari sudah malam, jadi dia ga bisa lihat mukaku yang aku yakin sudah merah merona.. *malu*
Terasa tangannya menyentuh kepalaku.. dan membelai kepalaku..
Oh Tuhaaan, jantungku.. jantungku.... lari kemana tadi jantungkuuu!!!
main loncat gitu aja!!!! tolong.. duh gustiiii....... *panik.. panik*
Dan setelah lama terdiam, akhirnya keheninganpun terpecahkan, dengan dia mengatakan..........
"Umm... enaknya, aku bilang suka ke kamunya sekarang, apa nunggu tanggal 26 ya? Jadi biar tiap perayaan jadian, pas aku gajian.."
Dan hancurlah segala moment malam itu..
Forget about romantisme, dll..
Saat itu, aku hanya terbengong-bengong menatapnya.. ga percaya..
Dan apa yang dia lakukan??
Tersenyum lebar, dan blg, "hehe.. ga kok.. becanda.. tapi aku beneran suka sama kamu.. kamu mau ga jadi pacarku??"
Ya Allah.. ampunilah kelakuan absurd makhluk ciptaanMu yang satu ini, Ya Allah......
*tepok jidat kenceng2*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar