Selasa, 15 April 2008

Ku mati hati..#1

Pagi tadi,
aku masih terbangun dengan senyum di wajahku...
Sambil membuka mataku, menggerak-gerakkan badanku, aku masih memikirkan menu apa yang akan aku masak pagi ini..

Hmm.. sepertinya, omlete lagi boleh juga..
Ah, tapi kemarin Niara, putri pertamaku mengeluh.
"Mama, kata Ulfa, kita ga boleh sering-sering makan telur ma.. nanti bisulan!", katanya.
Kalau aku tetap masak telur, bisa-bisa dia tidak mau memakannya...
Hmmm.. bagaimana kalau roti panggang oles madu?
"Ma.. aku masih lapar..", aku jadi teringat komentar Bhumi, anak bungsuku setelah dia menghabiskan 5 tangkup roti madu untuk sarapan..
Sepertinya, jagoan kecilku itu belum makan kalau belum tersentuh nasi..
Indonesia sekali, pikirku....
Ah, nasi goreng istimewa saja! pakai udang, sosis, daging asap.. pasti tidak ada yang protes..

Setelah melipat kain sholatku, aku langsung turun ke dapur. Suamiku, seperti biasa, kembali memeluk guling setelah sholat Subuh.. begitu juga putra putriku..
Kami membiasakan untuk sholat Subuh berjamaah di keluarga.

Hanya aku dan Bi' Nung yang tidak kembali tidur di pagi hari ini..
kegiatan rutinitas setiap hari kujalani..
Membuka tirai dan jendela rumahku, agar udara segar dipagi hari masuk mengganti udara malam.. membiarkan nyamuk-nyamuk kecil yang tadi malam bersarang dirumahku, terbang keluar.. Sementara Bi' Nung membersihkan rumah, aku menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.. Kemarin pagi Bi' Nung dan aku sudah ke pasar, jadi, hari ini tidak perlu lagi..

Sambil bersenandung kecil, aku mulai menyiapkan semuanya..
Lagu 'anak gembala' terus terngiang di kepalaku, karena Bhumi kecil kemarin suka sekali menyanyikan lagu itu.. "Dengar dari Bu Nina," katanya.
Bu Nina mungkin nama guru barunya.. Nanti aku akan menanyakannya..

Ah.. jariku teriris pisau.. perih..
Tidak seperti biasanya.. Duh, masa sih aku sudah setua itu?? Sepertinya tidak ah..
Aku masih 30tahun.. masih muda, laah..
Memang, anakku sudah 2, itupun karena aku menikah pada usia 22 tahun..

"Ibu ndak apa-apa?" tanya Bi' Nung..
"hehe.. ga apa kok, Bi.. lagi meleng dikit.. udah tua.."
"walah, klo ibu tua, saya ini apa dong?", ujar bi' Nung yang sudah ikut mengabdi dikeluargaku sejak awal pernikahanku.. beruntung aku mendapatkan pembantu yang santun dan baik hati seperti bi' Nung.. berkali-kali aku dengar cerita teman-temanku yang mengeluh karena kelakuan pembantu sekarang sudah bukan kepalang.. Dibaikin, malah ngelunjak..

Tidak ada komentar: